Tugas Teori Ekonomi dan Manajemen

MAKSIMISASI LABA


     A.     DEFINISI MAKSIMISASI LABA

Maksimisasi laba adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan keuntungan yang didapatkan dalam suatu proses distribusi produk ke konsumen, baik itu dalam peningkatan mutu atau usaha-usaha lainnya yang dapat memaksimalkan keuntunan yang di peroleh. Menurut Sunaryo keuntungan (laba) adalah selisih antara total pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya ke proses produksi tertentu.
Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC), Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR  dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan π=TR-TC, perusahaan dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila selisihnya bernilai positif (π>0) dimana TR harus lebih besar dari pada TC (TR-TC).


     B.     PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN

Di dalam memaksimalkan keuntungan oleh produsen terdapat tiga pendekatan, yaitu:
1.      Pendekatan Totalitas (Totality Approach)
Pendekatan totalitas merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total(TR) dan biaya total (TC). Pendekatan total(TC) adalah sama dengan jumlah unit output yang terjual (Q) dikalikan dengan harga output per unit (P), maka TR = P.Q . Sedangkan biaya total (TC) adalah samadengan biaya tetap (FC) ditambah dengan biaya variable(VC), maka TC = FC + VC.
Dalam pendekatan totalitas biaya variable per unit output dianggap konstan sehingga biaya variable adalah jumlah output (Q) di kalikan dengan biaya variable per unit (v), maka VC=v.Q. Sehingga dapat disimpulkan bahwa π=P.Q-(FC+v.Q).

Implikasi dari pendekatan totalitas ini adalah perusahaan menempuh strategi penjualan maksimum (Maximum Selling). Sebab semakin besar penjualan semakin besar laba yang diperoleh. Hanya saja sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output tadi dibandingkan dengan potensi permintaan efektif.

Ø Tabel I

Q
P
TR
TC
Keuntungan Total
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
17
18,5
19,5
20,75
22,25
24,25
27,5
32,5
40,5
52,5
-12
-8,5
-4’5
-0,75
2,75
5,75
7,5
7,5
4,5
-2,5

Dari tabel tersebut produsen akan menjual produknya sebanyak 8 unit yaitu pada saat selisih antara TR dan TC adalah yang paling besar. Dengan tingkat harga yang terjadi di pasaran sebesar 5, maka produsen akan memperoleh keuntungan maksimum yaitu sebesar 7,5. 

2.      Pendekatan Marginal (Marginal Approach)
Analisis marginal ini mirip dengan analisis mencari kepuasan maksimum. Analisis ini mendasarkan pada satu konsep yaitu keuntungan marginal yakni tambahan keuntungan total sebagai akibat tambahan satu unit output. Untuk mencari  jumlah output yang menghasilkan keuntungan maksimum dapat digunakan patokan sebagai berikut “Jika keuntungan marginal masih positif dengan menambah satu unit output maka output harus ditambah dan apabila keuntungan marginal negative dengan menambah satu unit output maka output harus dikurangi sampai keuntungan atau laba marginal= 0”.
Dalam pendekatan marginal perhitungan laba dilakukan dengan membadingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungannya apabila menambah produksinya pada saat MR>MC  yaitu hasil penjualan marginal (MR) melebihi biaya marginal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungannya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR<MC, mengurangi produksi dan penjualan akan mmenambah untung. Maka keuntungan maksimum di capai dengan keadaan di mana MR=MC berlaku. Sehingga π=TR-TC.

Ø  Tabel II

Q
P=MR
MC
Keuntungan Total
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
-
1,5
1
1,25
1,5
2
3,25
5
8
12
-12
-8,5
-4,5
-0,75
2,75
5,75
7,5
7,5
4,5
2,5

Pada tabel di atas dicari kondisi pada saat MR=MC dimana pada kondisi tersebut jumlah output yang dihasilkan adalah 8 unit dan tingkat keuntungan yang diperoleh adalah sebesar 7,5. 

1.      Pendekatan Rata-rata

Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) . Laba total adalah laba per unit dikalikan dengan jumlah output yang terjual. Dapat dijelaskan secara matematis π=(P-AC).Q.
Dari persamaan ini perusahaan akan mencapai laba bila harga jual per unit output (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC). Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P sama dengan AC.
Keputusan untuk memproduksi atau tidak didasarkan perbandingan besarnya P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC, Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P=AC. Keputusan untuk memproduksi didasarkan pada perbandingan antara P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC maka perusahaan tidak mau memproduksi.


TEORIT PROFIT

Dalam pengertian bisnis, profit atau  "Business Profit"  adalah penerimaan   perusahaan  dikurangi   "Explicit   Cost" ("Accounting Cost"). Explicit  Cost  adalah  pengeluaran aktual perusahaan untuk membeli input yang  diperlukan dalam produksi, misalnya upah,  suku  bunga modal pinjaman, sewa gedung dan pengeluaran bahan  baku. Dalam  pengertian  ekonomi,  profit  atau  "Economic  Profit" adalah penerimaan perusahaan dikurangi "Explicit  Cost" dan "Implicit  Cost". Implicit  Cost  adalah  nilai   input milik perusahaan  yang   digunakan  perusahaan dalam  proses produksi.  Dalam  "Implicit  Cost"  juga   termasuk  hasil   vang diperoleh oleh  input yang  sama  yang  digunakan dengan alternatif  terbaik  di  luar   perusahaan,  disebut  juga "Opportunity Cost". 
Teori  Profit :
a.  Risk - Bearing Theories of Profit. Above  normal profit (Economic Profit) diperlukan oleh perusahaan untuk memasuki dan  mempertahankan operasinya seperti explorasi minyak yang  memiliki risiko diatas rata-rata. Besarnya risiko proporsional dengan "Expected Return".
b.  Frictional Theory of Profit Dalam  jangka  panjang  keseimbangan  persaingan sempurna, perusahaan cenderung hanya memperoleh  "Normal  Return"  atau  profit  nol   dalam  kegiatan investasinya. Pada  setiap waktu perusahaan tidak dalam kondisi keseimbangan jangka panjang sehingga memungkinkan  memperoleh  profit   atau  loss.   Sebagai contoh  dalam  masa   krisis   enerji  tahun  1970-an, perusahaan, perusahaan yang  memprodulsi produk yang terisolir menikmati peningkatan permintaan yang  tinggi sehingga memperoleh profit yang  besar.  Tetapi pada  saat harga  minyak  menurun  tajam   dalam  tahun  1980-an, banyak perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kerugian. Bila  terjadi kerugian, sebagian perusahaan meninggalkan  industri  yang   mengakibatkan  harga meningkat dan meniadakan kerugian.
c.  Monopoly Theory of Profit Beberapa perusahaan dengan kekuatan monapoli dapat membatasi outputnya dengan menentukan harga yang tinggi.  Perusahaan seperti itu  akan  menikmati profit dalam jangka panjang karena tidak  ada  atau sulit  perusahaan baru  masuk ke dalam industri tersebut.
d.  Innovation Theory of Profit Melalui inovasi peningkatan profit akan  dinikmati oleh perusahaan  yang   memperkenalkan  inovasi  baru. Contohnya perusahaan komputer, banyak inovasi baru.
e.  Managerial Efficiency Theory of Profit Perusahaan yang  lebih  efisien dibandingkan efisiensi rata- rata  perusahaan akan  menikmati profit yang  lebih  besar.


Fungsi laba
Laba yang tinggi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan output yang lebih dari industry/perusahaan. Sebaiknya, laba ynag rendah atau rugi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan kurang dari produk/ komoditi yang ditangani dan metode produksinya tidak efisien.
Laba memberikan pertanda krusial untuk realokasi sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat sebagai refleksi peubahan selera kondumen dan permintaan sepanjang waktu. Laba bukanlah suatu system yang sempurna. Lana bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen , melainkan aspek pelayanan. Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota.


MAKSIMILASI PROFIT
       Tujuan utama sebuah perusahaan adalah untuk mengumpulkan profit sebanyak-banyaknya. Namun pada hakekatnya, pengumpulan profit adalah tujuan jangka pendek oleh perusahaan.  Dalam jangka panjang, yang akan didapat adalah benefit. Contohnya dalam perusahaan misalnya ketika perusahaan melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keahlian  karyawannya, ini akan bermanfaat di masa depan ketika perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga ahli mereka tidak usah mencari lagi dari luar tapi dapat menggunakan karyawan-karyawan yang sudah dilatih sebelumnya.
            Agar profit yang didapat maksimal, perusahaan harus dapat menentukan tingkat output produksi yang tepat. Ada dua pendekatan untuk menentukan tingkat ouput di mana perusahaan akan mendapatkan keuntungan maksimum, yaitu pertama, pendekatan penerimaan total dan biaya total, atau sering disebut pendekatan total dan kedua adalah pendekatan penerimaan marjinal dan biaya marginal, atau biasa disebut pendekatan marginal.


Pendekatan Total
           
Profit adalah selisih antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Penerimaan total adalah jumlah yang diterima dari penjualan produk (PxQ). Biaya total adalah jumlah dari biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC).

Sekarang ini, persaingan antarperusahaan terjadi sangat ketat. Perusahaan harus selalu dapat menghasilkan profit untuk dapat tetap bersaing dan menguasai pasar, serta mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dengan pembangunan teknologi yang semakin maju membawa pengaruh yang besar terhadap produksi yang dihasilkan oleh perusahaan. Untuk memaksimalkan profit yang diperoleh dapat dicapai melalui berbagai macam cara, antara lain melalui efisiensi di semua bidang, seperti produksi, sumber daya manusia, maupun keuangan. Profit yang dihasilkan tidak terlepas dari beberapa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pertemuan 1 Softskill Algoritma dan Pemrograman Kasus Teknik Elektro

Teknologi Informasi dan Multimedia - Konsep Multimedia

Tugas Teori Ekonomi dan Manajemen 2